Diberdayakan oleh Blogger.

PAK HARY TANOESOEDIBJO DAN PAK CHAIRUL TANJUNG. SEBAGAIMANA ANDA MENGINGINKAN ANAK ANDA MENJADI ANAK YANG BAIK, MAKA BEGITU PUN HALNYA DENGAN KAMI



(Sekalian juga buat Kak Seto, Lembaga Sensor Film dan Komisi Perlindungan Anak)
 
http://assets-a2.kompasiana.com/statics/files/2014/05/1398923569925784032.jpg?t=o&v=760
Selamat siang, Pak Hary dan Pak Tanjung. Semoga hari-hari Anda berdua selalu diberkahi Tuhan. Perkenalkan, nama saya Salman Rusydie Anwar. Saya berasal dari Kabupaten Sumenep Madura dan saat ini tinggal di Kebumen bersama seorang istri dan seorang anak.
 
Seandainya Pak Hary dan Pak Tanjung membaca surat ini (harapan saya demikian), mungkin akan terlintas sebuah pertanyaan dibenak bapak-bapak; mengapa saya menulis surat ini untuk bapak?
 
Karena itu, saya tegaskan terlebih dahulu bahwa surat ini adalah surat pribadi saya. Tidak ada muatan politis apa pun terkait dengan ditulisnya surat ini. Apalagi saya ini hanya sekadar seorang guru ngaji dan peternak ayam kampung. Namun saya merasa perlu menulis uneg-uneg saya sekaligus merasa perlu untuk diketahui oleh bapak berdua. Biar runtut, saya akan utarakan satu persatu.
 
Pertama untuk Pak Hary Tanoe dulu. Pak Hary, sebagai bos MNC GROUP, saya memberikan apresiasi terhadap beberapa tayangan, khususnya di MNC TV, dimana stasiun televisi milik Anda itu menayangkan acara yang sangat digemari oleh anak saya dan mungkin juga oleh seluruh anak-anak seusia anak saya. Acara itu adalah kartun IPIN-UPIN dan PADA JAMAN DAHULU.
 
Sedemikian 'gila' dan gemarnya anak saya pada acara tersebut sampai-sampai anak saya selalu menirukan gaya bicaranya UPIN-IPIN saat berbicara. Sepulang sekolah, dia akan langsung menyalakan tivi dan saluran yang dituju tak lain adalah MNC TV.
 
Seperti hari ini Pak Hary, Senin 02 November 2015. Anak saya pulang sekolah jam 10:30. Setelah ganti baju, dia pun langsung duduk di depan tivi dan memilih saluran MNC TV. Karena jam segitu acara IPIN-UPIN belum mulai, anak saya pun setia menunggu. Saluran MNC TV tetap tak diganti karena takut ketinggalan pembukaan UPIN-IPIN yang diawali dengan lagu-lagu yang dia suka.
 
HANYA SAJA PAK HARY, saya terkejut ketika ikut menemani anak saya menunggu dimulainya acara kesukaannya itu. Saya mencatat, dalam waktu kira-kira setengah jam, di MNC TV, ya, di MNC TV, tiba-tiba ditampilkan pula adegan dari sebuah jadwal acara yang bertajuk FIGHT FIGHTER yang tayang pada jam 22:30 setiap hari. Dalam waktu setengah jam itu, saya mencatat setidaknya ada dua kali MNC TV menayangkan cuplikan adegan yang sangat....sangat sarat kekerasan itu.
 
Melihat cuplikan acara tersebut, anak saya melongo, melihat semua adegan itu tanpa berkedip. Anda tahu Pak Hary, apa kira-kira yang terlintas di dalam benak anak saya dan juga anak-anak lainnya? Tak perlu saya ulas panjang lebar karena saya yakin Anda juga sudah memahaminya.
 
Atas alasan itulah Pak Hary saya mengirim surat ini kepada Anda. Saya tahu Anda sekarang sedang fokus mengurus partai yang Anda dirikan. PERINDO. Partai Persatuan Indonesia. Dengan membaca kepanjangan dari nama partai yang Anda dirikan, saya mencoba menyimpulkan bahwa Anda akan berusaha memperjuangkan utuhnya persatuan di Indonesia, utuhnya NKRI, utuhnya rasa Nasionalisme dari rakyat Indonesia yang begitu plural ini. Untuk hal ini saya angkat topi pada Anda. Anda bisa mengkampanyekan ide-ide Anda dengan mudah tentunya lewat media yang Anda miliki. MNC GROUP.
 
TETAPI PAK HARY. Maaf-maaf saja, menurut saya, Anda sepertinya teledor dan lalai pada satu hal. Sebagai CEO MNC GROUP, tidak seharusnya Anda membiarkan tayangan-tayangan yang sangat SARAT KEKERASAN semacam FIGHT FIGHTER itu dibiarkan tayang di media Anda. BAGAIMANA MUNGKIN ANDA AKAN MENGUPAYAKAN TEGAKNYA PERSATUAN BILA BIBIT-BIBIT KEKERASAN DISEMAI SEDEMIKIAN MASSIFNYA DI BENAK GENARASI BANGSA INI. DI BENAK ANAK-ANAK YANG MASIH SUCI, BAIK HATI DAN PIKIRANNYA.
 
Saya tahu, Anda tidak mungkin ikut mengurusi apa saja program acara yang akan tayang di media Anda. Tetapi Anda memiliki wewenang untuk membuat kebijakan dan ketentuan tentang tayangan seperti apa yang pantas dan tidak pantas ditonton oleh rakyat Indonesia yang Anda cita-citakan selalu bersatu sebagaimana tersirat pada nama partai Anda.
 
Oleh sebab itu Pak Hary, TOLONG HENTIKAN TAYANGAN YANG PENUH KEKERASAN SEPERTI FIGHT FIGHTER ITU. Apakah tim di MNC GROUP sedemikian MUMETNYA sehingga tidak bisa mengimpor mana tayangan yang pantas dan tidak pantas untuk ditayangkan di negeri ini. Di antara para tim MNC GROUP itu, pasti ada yang juga sudah punya anak. Demikian halnya dengan Anda Pak Hary. 

Sebagai sesama orang tua, bukankah kita memiliki harapan yang sama terhadap anak-anak kita. Kita berharap anak-anak kita menjadi anak yang baik, santun, mampu menyelesaikan masalah dengan bijak, tidak bersikap kasar dan tidak menyukai tindakan kekerasan. Tetapi, kenapa harapan kita yang luhur itu justru dinodai dan dirusak dengan tayangan-tayangan yang SANGAT TIDAK MENDIDIK seperti itu, Pak. Kenapa?
 
Pak Hary. Sebagaimana Anda menginginkan anak-anak Anda menjadi anak yang santun, tidak suka kekerasan, maka seperti itulah harapan saya dan jutaan orang tua lainnya. Saya menunggu bagaimana sikap Anda setelah mengetahui dan membaca surat saya ini, Pak Hary. Bila Anda benar-benar ingin berjuang mewujudkan persatuan dimana salah satu sendi utamanya adalah hilangnya benih-benih kekerasan sejak mulai dalam pikiran, maka tak perlu muluk-muluk menebar janji. Mulailah dari 'diri' Anda sendiri. Hapus tayangan FIGHT FIGHTER dari tayangan stasiun televisi Anda.
 
Kemudian yang kedua untuk Anda Pak Chaerul Tanjung. Untuk acara-acara di TRANS 7 saya akui memang jempol. Terutama untuk beberapa acaranya yang memang pas ditonton anak-anak seperti Laptop si Unyil, Si Bolang dan beberapa acara anak lainnya. Tapi beda dengan TRANS TV. Ada satu acara yang selama satu bulan ini saya mengamatinya Pak. Acara itu berjudul "KATAKAN PUTUS"
http://assets.kompasiana.com/statics/files/14005638951927387081.jpg

 

Apa bapak sudah menonton acara itu? Apa manfaatnya? Apa nilai pendidikannya?
 
Dalam pandangan saya, pak, acara itu sama sekali tidak mendidik. Dikatakan menghibur pun tidak. Terlihat jelas dalam acara itu pertengkaran dua muda-mudi yang awalnya memiliki hubungan dan saling mencintai tapi kemudian putus karena salah satu pasangannya selingkuh. Satu pihak pasti sakit hati, pasti menderita. Lalu bagaimana mungkin sebuah penderitaan dipertontonkan untuk kemudian dikemas agar menjadi hiburan?
 
Pak Chairul. Saya adalah seorang laki-laki. Seandainya saya selingkuh dan kemudian saya didamprat oleh pasangan saya di depan banyak orang, sungguh betapa malunya saya. Saya tahu bahwa saya salah, saya aib. Tetapi, tidak seorang pun bukan yang bersedia dan menerima bila kesalahan atau aibnya dibeberkan kepada banyak orang? Maka saya dapat memahami kenapa dalam acara "KATAKAN PUTUS" itu si cowok demikian marah saat disergap oleh ceweknya, apalagi bawa kamera-kamera segala.
 
Selama acara itu berlangsung, mungkin si cowok masih bisa menahan luapan emosinya karena barangkali merasa malu. Tetapi apa yang akan terjadi sesudah acara itu, sungguh tak ada yang tahu. Sangat mungkin si cowok melakukan tindakan-tindakan yang lebih kejam lagi lantaran mereka tidak terima kesalahan dan aibnya dipublis secara nasional.
 
Karena itu Pak Chairul, tolonglah dikoreksi lagi acara-acara seperti itu. Mungkin dari pihak TRANS MEDIA akan mencibir usulan saya ini. Mungkin mereka juga akan berdalih, bahwa acara seperti itu sangat disukai masyarakat. Kalau pun benar, tapi apakah setiap yang disukai sudah pasti bernilai baik? Kalau pertimbangannya hanya pada faktor disukai atau tidak disukai, tanpa mempertimbangkan dampak-dampak lainnya, maka silahkan saja sekalian menayangkan film-film porno karena pasti banyak yang suka.
 
Tidak pak. Urusan asmara itu sangatlah privat. Tetek bengek persoalan yang menimpa mereka yang lagi kasmaran adalah urusan mereka berdua. Bila ada aibnya, biarlah mereka berdua yang mengetahui tanpa harus dipertontonkan pada orang lain. Tapi yang bersangkutan mau kok masalah asmaranya dipublikasikan di tivi. Mungkin seperti ini alasan pembenaran tim-tim Anda.
 
Tapi saya jawab. Mereka mau karena media Anda memberikan fasilitas. Seandainya tak ada fasilitas, mereka tentu akan menyelesaikan masalah mereka dengan cara mereka sendiri. Tanpa direcoki oleh kepentingan-kepentingan pihak lain.
 
Untuk terakhir kalinya, saya mohon maaf Pak Hary dan Pak Chaerul atas ditulisnya surat ini. Saya hanya merindukan tontonan yang benar-benar menarik, sesuai dengan ketokohan dan perjuangan Anda untuk baiknya masa depan bangsa dan generasi republik ini.
 
Salam........      
 

Kemarau Panjang dan Salah Saya

http://images.cnnindonesia.com/visual/2014/09/26/b150c98c-5b36-4bd7-bb5a-d32963c5d061_169.jpg?w=650
Hari ini, Minggu 01 November 2015 saya mendapatkan undangan dari Masjid Baiturrahman untuk mengikuti pengajian umum yang oleh panitia diberi tajuk "Syiar Muharram". Di dalam undangan tertera acara akan dimulai jam 08 pagi dan berakhir saat adzan Dhuhur tiba dilanjutkan dengan melakukan shalat Dhuhur berjamaah.
 
Saya datang ke tempat acara jam 08:30. Waktu itu acara sudah mulai. Di atas panggung, sepuluh anak-anak sedang membaca beberapa surat terakhir dalam Al-Qur'an (khatmil Qur'an). Kemudian setelahnya dilanjutkan dengan acara pembagian zakat mal kepada anak yatim, kaum dhuafa dan para janda serta jumpo. Acara inti, yakni ceramah agama baru dilangsungkan sekitar jam 10:23 menit.
 
Karena temanya adalah "Syiar Muharram", penceramah, KH. Sayyidan, menjelaskan beberapa hal peristiwa besar yang terjadi pada bulan Muharram, tepatnya pada tanggal 10 Muharram hingga kita disunnahkan untuk melakukan puasa sunnah sejak sehari sebelum tangga 10. Maka dikenallah puasa tasu'a-asyura.
 
Namun hanya sejap saja penceramah membahas perihal kejadian yang berhubungan dengan Muharram. Selebihnya beliau membicarakan kejadian masa kini yang hampir dialami oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia di beberapa tempat, yakni soal kemarau. Ya, kemarau panjang memang menimpa. Di beberapa wilayah, kekeringan telah menyebabkan terjadinya berbagai derita. Kekurangan air jelas yang paling dirasa. 
Bahkan di sebuah desa tak jauh dari tempat tinggal saya, masyarakat harus membeli setangki air seharga 300 ribu untuk kebutuhan minum, masak, mandi dan mencuci.
 
Sebenarnya saya tak terkejut mendengar akibat-akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya kemarau panjang pada tahun ini sebagaimana dikemukakan penceramah. Namun mau tak mau saya ikut merenungkan tentang beberapa perbuatan yang dapat menyebabkan terjadinya kemarau itu sendiri. Dengan mengutip riwayat Ibnu Majah, penceramah mengemukakan bahwa salah satu penyebab ditimpakannya kemarau adalah enggannya manusia mengeluarkan zakat, mengurangi takaran dan sebagainya.
 
Sepulang dari acara, saya mencoba kroscek riwayat tersebut. Memang benar ada riwayat seperti itu yang datangnya dari Abdullah bin Umar dengan status hadis Hasan Shahih. Di dalam riwayat tersebut, Nabi menyebut lima kejadian bencana yang akan menimpa bila manusia melakukan perbuatan dosa. Merebaknya zina menyebabkan tersebarnya wabah penyakit dan kelaparan, mengurangi takaran/timbangan menyebabkan krisis pangan, tidak menunaikan zakat menyebabkan kemarau panjang, merusak amanah Allah dan Rasul-Nya menyebabkan terjadinya permusuhan, meninggalkan hukum Allah dan Rasul-Nya menyebabkan munculnya teror dan ketakutan-ketakutan.
 
Setelah membaca hadis tersebut, saya merasa bahwa kemungkinan besar saya pun termasuk ke dalam orang-orang yang melalaikan zakat itu sehingga kemarau panjang tak kunjung menemui akhirnya. Sungguh betapa bejatnya diri ini.

Setan Kepo

http://images.gofreedownload.net/cartoon-caricature-vector-1319.jpg
Ngadepin orang kepo jelas nggak enak. Tapi buat orang yang suka kepo, nggak ada masalah. Malah kebiasaan kepo begitu bisa jadi sesuatu yang sedap-sedap gimana gitu. Aslinya, kepo itu baik, faen. Kepo nggak bisa dilabeli apa pun. Apalagi label negatif. Kepo jadi kelihatan negatif karena sebagian orang ngerasa risih kalau ada yang kepo kepadanya.
 
Buat saya, nggak apa-apa juga orang mau kepo sama saya. Saya bakal ladenin bagi siapa aja yang mau ngepoin saya. Mereka mau tanya kenapa hidung saya kok pake lubang, kenapa kulit saya kok ireng sampai pada hal-hal yang pribadi sekalipun bakalan saya lawan.
 
Sampai pada batas tertentu, orang boleh aja sebel kesel sama manusia-manusia kepo. Cuma saya kok kepikiran lain ya, gimana seandainya pelaku kepo itu bukan manusia melainkan musuh abadinya manusia. Ya, setan, iblis. Saya ngebayangin seandainya Tuhan berkenan menampakkan setan dan dia kemudian datang pada saya malam-malam pas saya lagi baca buku.
 
"Apa kabar, Mas?"
 
"Baik."
 
"Lagi baca buku ya, Mas?"
 
"Iya."
 
"Boleh ikutan duduk, Mas?"
 
"Boleh aja."
 
"Boleh nanya sesuatu, Mas?"
 
Gue ngangguk aja.
 
"Mau nggak kalau mas aku goda?"
 
"Goda gimana?"
 
"Mas suka minum nggak? Aku bawa bir mahal nih. Dijamin mas bakal hepi?"
 
"Kagak mau."
 
"Walah, jadi mas nggak suka minum ya?"
 
Gue menggeleng.
 
"Kalau gitu, mas sukanya bir apa dong?"
 
"Gue nggak suka minum bir."
 
"Terus, sukanya minum apa Mas?"
 
"Kopi item?"
 
"Waduh, capek deh aku bawa-bawa bir kemari segala. Jadi bener, mas nggak mau minum bir yang aku bawa?"
 
Gue menggeleng lagi.
 
"Kalau gitu, aku aja yang minum gimana Mas?"
 
"Pe'a lu. Minum aja."
 
Yah, asyik kayaknya deh andai setan bisa nampak dan dia kepo sama kita sebelum ngejalanin aksinya menggoda kita. Bisa kita unyel-unyel dulu dia.

    
 

Jangan Korbanin Pulsa Lo Demi Cinta yang Nggak Meyakinkan

Berhubungan dengan orang yang nggak meyakinkan? Hmm....ngeselin banget. Apalagi kalau urusannya udah berkaitan dengan masalah asmara. Weee....merana kuadrat pastinya. Maka nggak ada salahnya dong, dengerin apa kata orang tua.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh14jbirUo9GKLRpBLqrH2lR3aaXhUxZI2-OqtRp7Ht7EYQbHjnCernoecIENuT0WQ6B0uSo7EC5n9SvcZedxOwdC1IR04J29MocgUzywR8JjV9DV6T4BsUQDSLOV9uMATjm-lkIyjAAzU/s1600/handphone-kartun.png

 

"Kalau mau ngejalin hubungan dengan seseorang, lo harus punya keyakinan yang kuat bahwa lo maunya emang sama orang itu. Nggak hanya itu aja. Lo juga harus minta kejelasan sama dia dan lo harus tahu bahwa dia pun punya keyakinan yang kuat untuk hidup sama lo."
 
Jadi, ungkapan cinta macam "gue cinta banget sama lo, gue sayang banget sama lo, hidup gue bakal jomplang seandainya lo ninggalin gue" itu semua nggak berarti apa-apa kalau nggak dilandasi dengan keyakinan. Keyakinan bahwa baik lo maupun dia emang benar-benar mau hidup bersama. Tapi nikah dulu tentunya.
 
Untuk itu, kalau lo belum punya gebetan dan kebetulan ngebet banget sama seseorang, maka yang pertama kudu lo lakuin adalah memastikan keyakinan diri lo masing-masing. Sebab orang yang udah kadung menjalin hubungan cinta dengan seseorang tapi mereka sama-sama nggak memiliki keyakinan pada hubungannya, akibatnya sangat nggak enak. Selain bikin hati kemrungsung juga ngabis-ngabisin pulsa doang.
 
Lho, kok ada pulsa segala?
 
Ya, iyalah. Kalau nggak percaya coba aja hitung. Misalnya, pagi-pagi lo sms si dia;
 
"Say, met pagi." Udah jelas pulsa tekor 150 perak, kalau nggak 350.
 
Si doi pun balas, "Pagi juga, Say." Dia pun kelong pulsanya buat ngebales sms lo. Terus lo balas sms dia lagi.
 
"Lagi ngapain, Say?"
 
"Biasa, baru bangun tidur nih."
 
"Ohh...Say, gue minta tolong nih."
 
"Apaan tuh?"
 
"Tolong gue anterin ke counter dong. Mau beli pulsa. Pulsa gue habis nih buat sms lo."
 
Nah, kan. Ngabis-ngabisin pulsa aja kan.
 
Tapi kalao lo berhubungan dengan orang yang benar-benar meyakinkan bahwa dia emang mau serius sama lo sebagaimana juga lo serius sama dia, maka tekornya pulsa nggak berarti apa-apa dibanding harga keyakinan itu. Bahasa sms nya pun beda.
 
"Pagi, Say."
 
"Pagi juga."
 
"Lagi ngapain nih yang."
 
"Lagi ngapalin ijab kabul biar nggak kikuk pas nanti nikahin kamu."
 
"Owwhh....say. Denger itu, perasaan gue jadi tersandung." heheee...
 
"Eh, ngomong-ngomong, lo nanti pas gue nikahin minta mahar berapa ribu nih yang?"
 
"Satu juga boleh?"
 
"Boleh. Tapi gue ngasihnya seratus ribu aja ya."
 
"Lo kok?"
 
"Ya iyalah. yang sembilan ratus ribunya udah habis buat ngisiin pulsa kamu sejak dari pertama kali kita pacaran. Nih, catatannya lengkap di aku."
 
Blegugg....
 
 

Buka Saja Dong....

http://intisari-online.com//media/images/3083_memaparkan_rahasia-rahasia_kita.jpg
Kata berita, pemerintah nggak akan ngasih tahu nama-nama perusahaan yang udah membakar hutan hingga menyebabkan negeri ini mengalami darurat asap. Lho, emang kenapa? Mestinya kan dibeberkan aja biar masyarakat luas pada ngerti perusahaan milik siapa yang sudah main bakar-bakar hutan segala. Emang itu hutan warisan mbahmu, apa Dab!? Cuihh.....
 
Kalaupun benar pemerintah tidak memberitahu nama-nama perusahaan pembakar hutan dan berikut pemilik-pemiliknya yang bisa jadi mereka berasal dari kalangan pejabat, politikus, lantas apa artinya dong seruan pemerintah agar masyarakat ikut andil dalam mencegah terjadinya pembakaran hutan.
 
Biar upaya pencegahan oleh masyarakat itu efektif, harusnya orang atau pihak-pihak yang sudah nyata-nyata diketahui terlibat dalam membakar hutan kan di publikasikan. Kalau perlu dibalehokan macam gambar cabup-cawabup dan disebar di banyak tempat. Dengan begitu masyarakat kan jadi jelas kalau pembakar hutan di Jambi itu si anu, perusahaan milik si itu, yang bakar hutan di Sumatera ternyata anggota DPR yang namanya ini dan seterusnya. Jadi masyarakat punya sasaran yang pasti untuk dilawan.
 
Lah, ini malah pemerintah nggak mau buka-bukaan. Seandainya dituding melindungi jelas nggak bakalan terima. Alasan-alasan seperti "Yang penting pelakunya sudah dikenai sanksi" itu sama sekali enggak efektif bila usaha mencegah terulangnya pembakaran hutan harus melibatkan masyarakat. 

Saat ini masyarakat sudah geram dengan ulah pembakar hutan. Dan mereka butuh kepastian, perlu tahu siapa yang sudah membakar itu hutan agar di kemudian hari mereka bisa lebih mudah mengontrol seandainya pihak yang hari ini jadi tersangka pembakar hutan itu berencana mau buka lahan lagi.
 
Kalau ditutup-tutupi begini masyarakat kan jadi bingung. Lebih tepatnya khawatir. Sebab siapa tahu kelak pemerintah juga berencana untuk tidak memberitahu publik tentang siapa nama-nama menteri dalam susunan kabinet presiden mendatang.
 
"Yang penting mereka orang pinter, dan sedikit botak."
 
Lalu nama kabinetnya?
 
"Kabinet Rahasia Dong."
 
Hmm....
 

Tahannuts

http://baltyra.com/wp-content/uploads/2011/07/spiritualpractice.jpg
Tahannuts

Aku seru namamu dari sebuah ruang       
yang hanya dihuni oleh semata kerinduan
Waktu seketika menjadi lorong   
masa lalu-masa depan saling melempar diam

Jangan bicara lagi perihal air mata       
sebab isaknya telah jelma ribuan tawa
Tersungging ia selalu
di bibir pecinta terus lapar oleh rindu

Atau sebaliknya           
jangan pukau pada canda tawa
Derainya tak lagi diperlukan           
olehmu, pejalan suntuk dekatnya perjumpaan

Antara isak tangis dan derai tawa       
hanya diammu sanggup mengelus wajah keduanya   

Kebumen, 2014


Hujan
Berdiri di bawah hujan           
yang terasa bukan hanya basah di badan
Gigil memagut kulit               
menggetarkan gairah langit
Anak-anak telanjang               
berlari sepenuh riang
Sorak derai tawa mereka           
mengubur dalam perih luka

Tanah-tanah gembur               
akar pohon makin menjulur
Menelusup ke kelam tanah           
menuntaskan rindu kian bergetah

Aku ingin berlindung               
tapi jika bukan padamu, aku ditikam linglung

Kebumen, 2014

Di Tepi Ladang
Berdiri di tepi ladang               
saat matahari menyusul petang
Burung-burung melintas           
mataku jadi awas

Sebelum segalanya jadi sesuatu       
dalam genggammu hanya ilmu
Oleh ‘kun’ yang terucap           
semesta lahir bertahap
Kujejak-jejak kaki di tanah           
ini rindu jadi tumpah

Sebelum kening menggali sujud       
ihwal cinta kita berpagut
Arah jadi lenyap               
di depanmu timur dan barat hanya alamat
Bila jumbuh mata pandang           
hanya padamu segala pulang

Lalu maghrib tiba               
pukau siang tak lagi teraba
Di langit tampak bulan           
di dalam hati cahyanya bertaburan

Kebumen, 2015.

Lombang
Laut biru langit biru               
pucuk cemara menara rindu
Angin utara membelai pantai           
pukat nelayan menjala derai

Jiwaku runduk                   
hatiku rindu peluk
Bila padamu segala pukau           
kulambai tangan kepada risau

Kunyanyikan lagi Olle ollang           
bertingkah dawai jerit gelombang
Pada sagala sampan yang merapat       
kucium wangi biji keringat

Bagaimana menikam rindu?           
buru
Bagaimana mengikrarkan jumpa?       
luka

Dan memburumu pada jumpa           
rindu luka saling menggoda

Kebumen, 2015.         

Segelas Kopi Untuk Istri
Mari
 

Kutambahkan sesendok gula
untuk memaniskan segala yang pahit di hatimu
Aduk dan seduhlah ia perlahan,
Sebagai cinta atau apa saja
hingga pandanganmu pun kian nyalang
untuk melihat bahwa kau-aku
selalu kental dalam rindu
Kebumen, 2015

Sajak di Basabasidotko

https://sketsadalamsunyi.files.wordpress.com/2015/03/daun-melayang.jpg

Yaasiin
di antara mulut-mulut
yang menggumamkan ayat-ayatmu
aku seperti kehilangan nama hari pada kelender
sepi mengeras
sunyi menderas
yaasiin

doa dan tilawah meluncur
bagai anak panah
mengarah padamu
terkubur tanah

o, barzakh yang terhijab
tempat rindu-ratap saling berpaut
lempar sebutir kabar padaku
yang terus menukilkan arang lelumpur
di lembar harianku
yaasiin

kuraba langit malam yang kesekian
sembari mengincar biji alif
dari lembar kitab kejadian
kemana kata mesti kuucap
dimana rasa harus kukecap
pohon kesetiaan kutanam
untuk kemudian kutumbangkan
betapa pengkhianatan yang begitu sempurna
yaasiin

pada batas segala debu
dimana yang fana dan yang abadi bertemu
aku ingin tegak berdiri
bukan lagi sebagai pohon di belantara hutan
tapi sebagai rusa
yang memilih lelap
dalam rengkuhan cakar sang Singa
yaasiin 


Kebumen, 2015

Kabar Dari Selembar Daun
Yang Gugur

sudahkah sampai kabar itu
padamu
pohon mangga di halaman rumah kita
selalu membisikkan rindu langit
pada setiap dedaunnya yang berguguran

mungkin kita harus memungut daun itu
setiap pagi
dan menjadikannya sebagai kanvas
tempat melukiskan rencana-rencana
yang tak pernah utuh

atau kita biarkan saja
daun itu di sana
mengintip langkah kita
yang terus mengitar-ngitar
dari kecemasan ke kecemasan

sebentar kemudian
angin barangkali akan datang
lalu menerbangkannya ke tempat terjauh
meninggalkan kita
kesepian, lalu menua
sambil terus berbagi terka dan tanya
‘sampai kapan kita setia merawat usia?’


Kebumen, 2015

Hamdalah

aku ingin sekali lagi
kepadamu mengucapkan terima kasih
lalu kubaca jejakmu pada diri
sebagai sungai
yang menjaga rindunya pada muara
terus berkobar

mawar setangkai
mungkin tak pernah cukup menawar senyummu
yang menggores batu-batu
hingga mengucurkan jutaan tetes madu

kujilat matahari
lepas subuh hingga maghrib labuh
panasnya yang berguguran
seakan menderaskan kata-katamu
‘wahai cintaku, wahai cintaku
darimu aku tak pernah jauh’

aku ingin sekali lagi
kepadamu mengucapkan terima kasih
sambil membenamkan sepi dan nyanyi
menanggalkan duri dan nyeri

hingga batas gelora
mendekapmu terlanjur puncak
kubaca sebaris kalimat
yang pernah kuhafal dulu
‘kekasih,
bila kata tak cukup pantas
mengurai kemurahanmu
di sekujur hidupku
maka usap bibirku
agar bisa memberimu senyum
sepenuh waktu’

Kebumen, 2015


Hujan dan Pagi
Menjelang Sarapan


pagi ini, kau harus sarapan
telah kusediakan segelas susu
yang kuperas dari mimpi malam yang genit

tak perlu membaca koran
sebab berita tak akan pernah
mengantarkanmu kemana-mana

lihat saja kaki hujan
di tubuh jendela
ia begitu gelisah
sebab lupa mengingat
jalan pulang menuju langit

katamu, tersesat itu
pahitnya sekeras batu
dan aku hanya menggangguk
meski terkadang
dari sebuah ketersesatan
kita belajar mengenang
banyak jalan

Kebumen, 2015

Ibu dan Sepotong Malam
ibu
malam sudah larut
tapi mataku
begitu sulit dijamah kantuk

kulihat jendela
tirainya terbuka
dan angin kecil pun datang
mengelusnya perlahan

dua ekor kunang-kunang
di luar sana
terbang berkejaran
entah ke mana
dan aku, ibu
terkenang kembali pada kisahmu
tentang dua binatang itu

ibu
malam sudah larut
tapi mataku
begitu sulit dijamah kantuk

kuhirup sisa kopi
kental rinduku berapi-api
berkobar dan menjalar
di antara putaran-putaran jam
yang detaknya
mendebarkan namamu
di dada

jauh darimu, ibu
adalah luka yang tak terkatakan
perihnya membangunkan badai
dan aku kini
seperti nelayan tua
yang terapung-apung
di atas gelombang air matanya sendiri

ibu
malam sudah larut
tapi mataku
begitu sulit dijamah kantuk

ketika jarak
antara engkau dan aku
mencuramkan rindu
aku pun paham, ibu
bahwa air mata paling luka
bukan hanya milik remaja
yang putus cinta
tapi milikku juga
yang memeram rindu
begitu bara

dan aku tak membutuhkan rimba hutan, ibu
jauh darimu
akan sempurna menjadikanku
binatang jalang*
yang terbuang perlahan-lahan
dari rahimmu bertabur kembang

Kebumen, 2015

*diksi milik penyair Khairil Anwar.